Hello Artoo! #SWDJKT #journal at least my face in my instagram
Jarang- jarang gue cerita tentang gue, 5 hari kebelakang ahirnya gue tergerak renovasi kecil kamar yang wacananya sudah dari tahun lalu :P
Nambal tembok, ngecet, masang rak dan bikin lemari, cukup seru juga dan lumayan bikin stress, iya lah skill nukang gue jauh dari skill mamang paling cupu :)). Dulu tembok diwarnai biru, kini gue warnai abu- abu. Kenapa abu- abu? warna cukup netral dan gue bisa menggambari plus menulisi tembok kamar. Schedule atau sketsa- sketsa bodoh bisa lah haha..
Baiklah! sampai jumpa di postingan selanjutnya! mudah- mudahan sih ada karya baru :P
Upgrading workspace, emang sih kecil tapi harus dibuat menyenangkan! #journal
Jepang?
Jepang? Yeah buat yang kenal gue dari jaman SMP pasti bakal mengaitkan gue ama negara satu ini. Entah karena musik yang gue denger ato hobi yang gue tekuni. Tapi sejujurnya sekarang malah gue agak kesal denger nama negara itu, yah ketika hampir sebagian besar teman seangakatan gue sudah bisa mampir ke sana, membicarakan tempat- tempat yang di kepala gue masilah hal fiksi, rindu akan satu wilayah, dan gue? Yah masih begini- begini saja, berusaha bertahan hidup.
Gue lebih milih dikaitkan dengan “Gundam”, “Super Hero”, “Scale Model”, ato apalah yang masih bisa dikejar oleh diri yang serba terbatas ini.
Ah mohon maaf atas postingan curhat ini, sampai jumpa di postingan lain, mudah- mudahan ada karya baru yang bisa diapresiasi, selamat malam. :”)
Another God-blessing stuff! Oyumaru Instant Mould Maker, just heat up this thing in boiling water and then put it up on stuff that you want to replicate. It is not perfect as sillicone rubber, but more helpful in rapid mould making. It is about efficiency not quantity, quality is relative depend on your skill :P
Well, see you in another post~
Hola! Hari ini berjalan cukup menarik, bukan cukup lagi bahkan tapi sangat menarik. Seperti biasa, eksperimen adalah kegiatan yang melelahkan, menimbulkan pertanyaan, namun sebaliknya memberikan jawaban.
Semula, gue hanya familiar dengan resin sintetis beserta variannya yang biasa ditemukan di toko- toko bahan kimia, dan sudah jelas dari baunya bahan ini terasa berbahaya namun tak tergantikan, terutama oleh orang- orang yang kegiatannya seperti gue (baca:modeler).
Hal inilah yang kemudian membuat gue terfikir untuk mencari bahan alternatif, salah satu titik terangnya adalah “gum rosin” atau bisa disebut getah pinus atau gondorukem. Tak semudah mengulik resin sintetis memang, tapi setidaknya bahan ini memang bisa mengganti resin sintetis dalam keperluan tertentu, tentu saja ditambah campuran bahan lain dengan komposisi tertentu.
Cukup dengan dipanaskan di atas api kompor lalu ditambahkan lilin lebah, bahan ini ternyata memberi efek yang mengejutkan hahahahaha. Mungkin perjalanan mengulik bahan ini masihlah jauh, tapi setidaknya ada pilihan yang terbuka dalam bahan “casting” yang tidak menutup kemungkinan gue bisa bikin mainan dengan bahan ini, yaa memang itu tujuan eksperimen ini sih ;”D. Selangkah lebih dekat menuju “Natural Polymer”~
Baiklah, sampai jumpa di postingan berikutnya! *sorry, I’m not using english this time, maybe you can use google translate :P
Heave ho #MushroomHunting supported by @growboxbdg at Kebun Raya Bogor! By the way, I can’t guess the shrooms name, I’m just an ordinary art graduated student :P
After all, this is a very fun day! Well, some part from my bike was stolen when I parked it in my campus, hummm my mistake >_<
See you in another post~
Engga, ini ga kaya yang kalian kira… #cheers #journal




